STUB SETTING 2


GSL adalah team yang terdiri dari para Surveyor, Drafman, dan Engeneering.
Kami mengajak rekan seprofesi untuk belajar bersama.
Khususnya bagi para pemula muda kami Memberi kesempatan belajar sambil bekerja.
Dapatkan PDF dan Program gratis 100% dari Master GSL.


SURVEYOR IS SURVIVOR


SETTING STUB. 2

Blog belajar Indonesia Damai.
"Tulisan ini ditujukan untuk para pemula yang akan terjun ke dunia GEOSURVEY, tetapi tidak
menutup kemungkinan bagi siapapun yang ingin menambah beban dikepala %x$#&??..
Atau apabila anda ingin menambahkan sesuatu untuk menyempurnakan Tulisan ini, maka dengan 
senang hati kami tunggu demi tercapainya tujuan blog belajar Indonesia Damai"

ILLUSTRASI PENERAPAN.




Untuk setting Stub  :
Diperlukan data pabrik      ->  jarak diagonal top stub.
Diperlukan data pabrik      ->  slope diagonal top stub.
Diperlukan data gambar     ->  tinggi tanah ke top stub.
Diperlukan data lapangan  ->  tinggi tanah ke alat ukur

Terakhir juga diperlukan adalah arah Sudut Deviasi Tower , yang mana hal ini belum pernah kita singgung , karena akan disajikan dan dibahas khusus tersendiri di kemudian.



3. Perhitungan awal setting stub.


Disini akan di jelaskan tahapan-tahapan pelaksanaan dan perhitungan Stub Setting yang sering dilakukan oleh para executor.

1. Mengukur dan Menghitung Tinggi Elemen Stub Setting.

  1. Setelah alat berdiri dengan sempurna maka Ukur tinggi alat ke tanah.
    Sehingga dengan demikian kita telah menentukan elevasi nol Tanah.
    Atau tentukan sebaliknya.
    yaitu pertama kita tetapkan nol tanah dan kemudian ukur tinggi nol tanah ke alat ukur.
  2. Setelah mendapat nol tanah kita dapat mengilustrasikan kedalaman galian , tinggi Chimney , tinggi Top Stub , dll.
    Lihat Gambar / Data kesepakatan untuk menentukan tinggi Chimnye.
  3. Lihat Gambar dibawah
    Disini yang harus kita hitung pertama kali adalah TH = ...?


Kenyataannya dilapangaan Saya sering melihat langkah pertama ini (kebanyakan) dilewatkan, padahal langkah inilah kunci dari pada stub setting. Kebanyakan mereka setting dengan sudut vertikal seadanya baru kemudian menghitung jarak miring untuk menarik meteran.
Hal inilah yang menyebabkan Chimney / Stub terlalu rendah (terkubur) atau bahkan kebanyakan menjulang tinggi tidak sesuai perencanaan.

Ingat disini kita telah mendapat data baru yaitu TH = ..?
TH  =  TA - TS
  • TA .. Tinggi Alat.
  • TS .. Tinggi Stub

2. Menghitung elemen SegiTiga Phitagoras

Langkah ke dua kita harus dapat mengilustrasikan Pengukuran seperti gambar yang ada di bawah ini.
Lihat segitiga yang diberi arsir dimana sisi2 segitiga tersebut adalah :
  • TH (Didapat dari hitungan awal)
  • 1/2 Diagonal top stub (Didapat dari data pabrik)
  • Jarak miring (Dihitung dengan Phytagoras klick)
Selain Sisi2 segitiga diatas ada sudut miring yang terbentuk dari pergerakan loops alat.
ingat saya diatas mengatakan sudut miring bukan sudut vertikal , karena akan berbeda perhitungannya,
dan tujuan saya disini untuk membuat kita mengerti , setelah mengerti baru kita akan berhitung.


PERHATIAN --> DISINI JARAK MIRING  =  JARAK DARI ALAT  -ke-  TOP STUB
Pada alat ukur ada titik di tengah alat untuk melakukan pengukuran JARAK .



5. Sudut miring dan Phytagoras.


Dari Segitiga Phitagoras kita dapat menghitung Sudut miring ….
Hal ini jarang kita terapkan dilapangan karena ada sudut vertikal dari alat , tetapi dapat kita coba untuk check kebenaran.
Dan tidak ada salahnya kita memahami ini.


Ada banyak cara untuk menghitung sudut miring segi tiga Phitagoras..................................    
Tergantug dari mana kita memandang nya, tetapi Hasilnya sama saja (Lihat gbr 2 ).
   - Sudut miring = ATan (Th/Ts)
   - Sudut miring = ACos (Ts/Jm)
   - Sudut miring = ASin (Th/Jm)
Coba hitung dan bandingkan hasilnya . . . . . . . . . . . . .Lihat balajar ukur tanah1


Misalnya kita disini akan melakukan pekerjaan setting stub dengan data dari pabrik ssb :

Data Pabrik :
Tower  =  Type AA + 6
YT        =  10.779 Mtr

Diukur  :
Tinggi Alat                  =  2.95 Mtr  .....  (Juru ukur orang tertinggi di dunia).
Bacaan Vertikal Alat   =  102°36'43"  ...(Pendekatan)...............lihat BAB 4.

Dihitung :
TH                   = 1.21 Mtr
1/2 D               =  5.39 Mtr
Sudut miring  =  12°36'43"   ...(Pendekatan)................  ............lihat BAB 4.


Hitung Sudut Miring menggunakan rumus2 diatas.

Baiklah sebelum menghitung sudut kita akan mencoba menghitung jarak miring dengan rumus Phytagoras.

Phytagoras   =  (1/2D 2 + TH 2 )


Phytagoras   =  (5.39 2 + 1.21 2 )


Jarak Miring  =  5.52 Mtr

__________________________________________________________________________
1 .............. Sudut Miring   =   aTan  (  1.21
5.39

 )  .............................  =  12°39'09"

__________________________________________________________________________
2.............. Sudut Miring   =   aCos  (  5.39
5.52

)  .............................  =  12°27'33"

__________________________________________________________________________
3 .............. Sudut Miring   =   aSin  (  1.21
5.52

 )  .............................  =  12°39'43"

__________________________________________________________________________

Ketiga hasil perhitungan diatas seharusnya sama atau paling tidak selisih di detik saja.
Perbedaan hasil perhitung disebabkan oleh .. :

-  Karena data didapat hanya ilustrasi dari aCAD maka hasilnya berupa pendekatan.
-  Karena perhitungan menggunakan angka 2 Desimal maka hasilnya berupa pendekatan.
-  Perhitungan untuk akurasi tinggi biasanya menggunakan 6 Desimal.

-  Coba gunakan angka hasil ukur yang benar maka hasilnya dijamin sama.
-  Maaf ne GSL lagi males buka  data maklum kekenyangan. 


Hati² dalam menggunakan type Calcultor ataupun menghitung di Computer . . (Ada perbedaan).
Computer menghitung sudut dengan radian bukan dengan derajat (DMS).
Team GSL menyediakan program2 perhitungan calculator maupun computer nanti pada saatnya akan ditayangkan . . . . Kita satu profesi harus saling dukung dan penting saling kenal



Sudut miring dan sudut vertikal.


Penerapan perhitungan sebenarnya bukan satu hal yang aneh bagi surveyor , tetapi tentu saja kita juga harus membagi pengalaman kepada pemula yang mungkin memerlukan penjelasan untuk pemahaman.
Bagi yang ingin mendalami surveying buka "Master GSL"  Klick di Paling Bawah G.

Perhatikan gambar diatas menunjukan ada dua macam sudut.

Perputaran lensa alat ukur secara VERTIKAL (pergerakan ke atas/bawah)  akan membentuk sudut Vertikal..
Oleh karenanya sudut vertikal didapat dari bacaan alat ukur bukan dari hitungan.
Sedangkan Sudut miring didapat dari hitungan sudut vertikal dan sudut datar water pass (90°).

Perputaran Vertikal untuk alat jenis ini dimulai dari nol derajat yaitu kearah atas (ZENITH).
Ada juga Perputaran Vertikal alat yang dimulai dari nol derajat kearah datar (WATERPASS).
Alat yang kedua ini tidak kita gunakan lagi.

SUDUT VERTIKAL
Disini kita gunakan alat dengan Zenith = 0° ............   Total satu kali perputaran adalah 360°
Jadi sudut  360° = 0°
Bidikan datar waterpass  =  90°  .................................    Berhubungan dengan sudut miring.

Perputaran sudut vertikal dianggap kedepan yaitu pada posisi sudut vertikal < 180°
Perputaran melebihi 180° disebut sudut Vertikal luar biasa.

Dalam  Stub Setting maka SUDUT VERTIKAL  alat harus ditambah atau dikurang  90° untuk dijadikan SUDUT MIRING.

Untuk menghitung SUDUT MIRING tidak selamanya SUDUT VERTIKAL harus ditambah 90°
Tergantung posisi stub berada lebih tinggi dari Alat ukur atau sebaliknya lebih rendah.
Pelajari dan perhatikan perbedaan SUDUT MIRING pada gambar yang ada dibawah ini.





CONTOH
Kasus Stub Setting yang ada di gambar diatas ini, adalah  ...................................................
SUDUT MIRING   = 90° - Sudut Vertikal

Jadi inti dari semua ini adalah Bahwa
- Sudut miring yang dihitung selalu dari garis datar sudut vertikal = 90°
- Sudut Vertikal selalu dimulai dari arah Zenith =0°




INDONESIA DAMAI 
 
GSL.GSL.GSL.GSL.GSL.GSL.GSL.GSL.GSL.GSL.GSL.GSL.GSL.GSL.GSL.GSL.GSL.GSL.GSL.GSL.GSL.GSL.GSL.GSL.GSL.GSL.
 
http://gsl.name/

9 komentar:

  1. Assalamualaikum WWB

    Apa bisa saya diberikan salinan PDF untuk lebih memahami dan mempelajari ilmu ukur yang sangat penting ini....

    mohon kiranya bantu share ke email madsyarief339@gmail.com

    BalasHapus
  2. Abrolrobys@gmail.com
    Mohon kiranya juga untuk share

    BalasHapus
  3. om bagi salinan pdf tahap" di atas, ini email saya andy.firmansyah7678@gmail.com, terimakasih,

    BalasHapus
  4. Mas q minta ilmunya dunk ke yantisulistian@gmail.com

    BalasHapus
  5. Boleh file nya d email ke ijnursholeh@gmail.com terimakasih karena telah membagi ilmu yg bermanfaat. Semoga menjadi ladang ama

    BalasHapus
  6. MOhon dishare ke fachraniaidiladha@ymail.com
    sangat bermanfaat

    BalasHapus
  7. Minta tolong share pdf nya ke saya pak/bu/kak ke yondaimeenamikaze@gmail.com

    BalasHapus